Fly Over, Bagi wanita, masalah tampang dalam memilih
pria bukan segalanya. Yang penting adalah kedewasaan dan jaminan rasa
aman. Walau begitu, faktor penampilan bukan berarti lantas dinafikan
begitu saja. Sebab penelitian menemukan bahwa pasangan yang tampan
membuat wanita lebih gampang orgasme.
Sebuah penelitian baru-baru
ini menunjukkan bahwa wanita cenderung lebih banyak mengalami orgasme
jika bercinta dengan pria yang dinilai lebih maskulin dan dominan.
Penelitian yang sama menemukan bahwa wanita akan lebih sering mencapai
klimaks jika berhubungan seks dengan pasangan yang menarik.
Temuan
yang dimuat jurnal Evolution & Human Behavior ini juga menemukan
bahwa wanita yang menganggap pasangannya sebagai pria yang paling
menarik cenderung mencapai orgasme bersamaan atau sesaat setelah
pasangan prianya orgasme. Kondisi ini memperbesar kemungkinan untuk
hamil.
Sebelumnya ilmuwan beranggapan bahwa orgasme pada wanita
adalah hal yang kurang begitu berguna. Tapi penelitian kali ini
mendukung teori bahwa orgasme pada wanita memiliki fungsi evolusi, yaitu
membantu menjaga sperma setelah berhubungan seks dan membantu
pembuahan.
"Maskulinitas dan daya tarik pria bisa jadi alat untuk
memprediksi frekuensi orgasme pasangan wanitanya dan waktu ke waktu.
Meskipun temuan kami perlu direplikasi, hasilnya sesuai dengan hipotesis
bahwa orgasme wanita adalah mekanisme pemilihan pasangan yang mungkin
berfungsi memilih gen yang berkualitas tinggi bagi anak-anaknya," kata
peneliti seperti dilansir Counsel and Heal, Selasa (25/6/2013).
Penelitian
ini melibatkan 110 pasangan dari sebuah universitas di AS. Peneliti
mewawancarai peserta dan menanyainya tentang pengalaman orgasmenya.
Peneliti juga menanyakan apakah mereka mencapai klimaks sebelum, setelah
atau pada saat yang bersamaan sebagai pasangan.
Para peserta
wanita dalam penelitian diminta menilai daya tariknya sendiri pada skala
1 - 10, juga diminta menilai seberapa dominan atau maskulinkah
pasangannya. Sedangkan para pria juga diminta menilai daya tarik,
dominasi dan maskulinitasnya sendiri, serta feminitas pasangannya.
Hasil
penilaian diri sendiri tersebut lalu dibandingkan dengan penilaian
pasangannya. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin menarik atau maskulin
seorang pria, semakin besar pula kemungkinan pasangan wanitanya mencapai
orgasme bersamaan atau beberapa saat setelah sang pria mencapai
klimaks.
Menurut para peneliti, wanita lebih besar kemungkinannya
untuk hamil jika mengalami orgasme 1 menit sebelum atau 45 menit
setelah pasangan prianya mengalami ejakulasi. Keberhasilan mencapai
orgasme juga menunjukkan adanya gairah seksual yang intens dan
kenikmatan seksual yang besar.
"Secara keseluruhan, temuan ini mendukung peran orgasme wanita dalam pemilihan bapak bagi anak-anaknya," simpul para peneliti.
No comments:
Post a Comment