Toddopuli, Pola tidur yang teratur adalah kunci utama
kesehatan seseorang. Itulah mengapa orang yang kurang tidur atau
kelebihan jam tidur kerapkali dihantui berbagai gangguan seperti
diabetes dan obesitas.
Sebuah studi baru pun mengamini hal ini
dan mengungkap alasan mengapa orang yang suka begadang akan cenderung
lebih gemuk daripada yang tidurnya teratur. Untuk keperluan studi ini,
tim peneliti dari University of Pennsylvania, AS memonitor kebiasaan
makan 200 partisipan yang selama lima hari berturut-turut diminta untuk
terjaga alias begadang sampai jam empat pagi, dan hanya diperbolehkan
tidur selama empat jam saja.
Seluruh partisipan juga tetap berada
di dalam laboratorium sepanjang waktu. Namun setiap partisipan
diizinkan untuk makan kapan pun mereka mau dan sejumlah peneliti
mencatat seluruh jumlah kalori yang dikonsumsi partisipan berikut jam
berapa saja mereka makan. Demikian dilansir WebMD, Senin (1/7/2013).
Kemudian
peneliti membandingkan asupan kalori dan penambahan berat badan
partisipan yang diminta begadang dengan sekelompok partisipan lain
sebagai pembanding yang jam tidurnya memadai di lab yang sama dan dengan
ketersediaan makanan yang juga sama.
Hasilnya jelas, partisipan
yang diminta begadang terbukti cenderung mengonsumsi makanan tak sehat
seperti junk food dengan kalori ekstra mencapai 550 kalori. Tapi
kebiasaan makan kelompok pembandingnya tak mengalami perubahan.
Peneliti
pun mencatat bahwa kelompok partisipan yang kurang tidur mulai
mengonsumsi kalori tambahan antara jam 10 malam sampai jam 4 pagi.
Mereka juga cenderung makan makanan yang lebih berlemak pada periode
tersebut.
"Di jam-jam tidur, partisipan yang diminta begadang
justru mengonsumsi kalori dengan jumlah yang substansial. Kalori yang
dikonsumsi pun lebih tinggi kandungan lemaknya dibandingkan kalori yang
dimakan di waktu lain," tandas peneliti Andrea Spaeth, mahasiswi
kandidat doktor dari departemen psikologi University of Pennsylvania.
Akibatnya,
partisipan yang terjaga hingga pagi lebih banyak mengalami penambahan
berat badan setelah mereka mengalami kurang tidur selama lima hari,
dibandingkan kelompok pembanding yang diperbolehkan mendapat jam tidur
yang memadai.
Menanggapi studi ini, Dr. W. Christopher Winter,
direktur medis Martha Jefferson Sleep Medicine Center, Charlottesville,
Va. menerangkan, makan berlebihan saat begadang merupakan akibat dari
perubahan hormonal yang terjadi pada orang-orang yang kurang tidur.
Perubahan
hormon yang dimaksud adalah tukang bedagang akan cenderung mengalami
peningkatan kadar ghrelin (hormon yang merangsang nafsu makan) sekaligus
penurunan kadar leptin, yang menyebabkan orang-orang merasa kenyang.
Dari
situ Winter menyarankan bagi orang-orang yang ingin mengendalikan berat
badannya maka ia perlu mendapatkan jam tidur sebanyak 7-8 jam. Begitu
pula dengan orang-orang yang terbiasa begadang seperti traveller atau
pekerja lembur yang kerap dikejar deadline karena mereka harus
mengantisipasi jika tiba-tiba mereka berubah jadi ketagihan makan (food
craving).
Studi ini akan dipublikasikan dalam jurnal Sleep edisi bulan Juli 2013.
No comments:
Post a Comment